Dikala Hujan Turun
Ketika langit mulai mendung, satu pertanda akan turun hujan. Kain terjemur di pelataran segera diangkat sang empu, karena takut hujan kan membasahinya. Kadang-kadang hujan turun tanpa permisi, membuat orang tergesa-gesa seperti ketakutan. Tapi sebenarnya tidak, hanya saja tidak mau membasahi yang tak pantas tuk disirami.
Saat langit memutuskan untuk melepaskan gerimis, tiba-tiba hujan menjamah bumi. Membasahi dedaunan yang mulai kering, dan melepas dahaga tanaman yang kehausan, serta menyirami bunga yang tumbuh di tepi jalan. Disitulah nikmat yang datang pada waktunya.
Disaat hujan turun, terlihat sunyi sepi dijalanan tanpa ada orang yang lalu lalang
Hanya bayangan yang seolah-seolah diselubungi kabut dari kejauhan. Apakah itu harapan? Atau hanya fatamorgana!
Gemiricik suara hujan menerpa bumi. Membangunkan jiwa yang sedang tenggelam dalam lamunan, memecah kesunyian jiwa yang berkelana. Nikmat yang ada di saat hujan, hanya jiwa-jiwa bersyukur yang bisa merasakannya.
Musim hujan di ujung kemarau, ibarat cinta datang keribaan rindu sang petani di ujung penantian, datang mencurah menyapa benih-benih yang akan tumbuh, dan mengukir senyum dibawah harapan yang hampir putus asa. Hujan, kau nikmat Tuhan yang tiada tara.
Dihalaman hujan terlihat air merelakan dirinya terserap akar tanaman disudut lain. Dan keheningan menyinggung tentang kehilangan. Memukul setiap jawaban, bahkan ketika memilih diam dalam resah ,masih menyimpan harapan dan asa namun tak bisa berkata- kata
Hujan lama dinanti ketika kemarau panjang melanda. Kemudia hujan datang menyapa, tanah tersenyum menerima, membuka kelopak putik yang akan tumbuh menjadi bunga. Dan haruman bunga menyempurnakan keindahannya.
Kadang berharap hujan yang turun tak ingin cepat berlalu. Dan membiarkan dinginnya menusuk relung hati. Bahkan ingin berdiri diselah-selah hujan menyirami. Agar tak seorangpun yang tau bahwa ada bulir bening jatuh dipipi dan akan hilang bersama hujan yang membasahi.
Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan niat jahat. Keadaan dan waktulah yang membenci kedatangannya. Kadang rasa itu datang dengan sangat sederhana seperti isyarat yang tak sempat disampaikana awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Ketiadaannya tidak ada yang merasa kehilangan, tapi mengukir senyum dan mencipta kedamaian di permukaan bumi.
Namun hujan pasti kan berlalu. Tapi ada sebuah harapan yang terpatri setelah hujan berlalu pergi, yaitu menanti pelangi yang akan datang menghampiri.
#gadih_minang
Hujan lama dinanti ketika kemarau panjang melanda. Kemudia hujan datang menyapa, tanah tersenyum menerima, membuka kelopak putik yang akan tumbuh menjadi bunga. Dan haruman bunga menyempurnakan keindahannya.
Kadang berharap hujan yang turun tak ingin cepat berlalu. Dan membiarkan dinginnya menusuk relung hati. Bahkan ingin berdiri diselah-selah hujan menyirami. Agar tak seorangpun yang tau bahwa ada bulir bening jatuh dipipi dan akan hilang bersama hujan yang membasahi.
Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan niat jahat. Keadaan dan waktulah yang membenci kedatangannya. Kadang rasa itu datang dengan sangat sederhana seperti isyarat yang tak sempat disampaikana awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Ketiadaannya tidak ada yang merasa kehilangan, tapi mengukir senyum dan mencipta kedamaian di permukaan bumi.
Namun hujan pasti kan berlalu. Tapi ada sebuah harapan yang terpatri setelah hujan berlalu pergi, yaitu menanti pelangi yang akan datang menghampiri.
#gadih_minang

Love u
ReplyDelete