Bunga adalah alat perkembangbiakan tumbuhan biji tertutup yang berfungsi untuk menjadi perantara bagi penyatuan gamet jantan dan gamet betina yang diistilahkan sebagai pembungaan. Hal ini penjelasan secara Biologi.
Secara umum, bunga adalah makhluk hidup yang termasuk dalam jenis tumbuh-tumbuhan. Bunga bisa hidup dan tumbuh subur di mana saja. Apapun jenis, bentuk dan warnanya. Bagaimanapun keadaan dan dan dimanapun keberadaannya namum "bunga tetaplah bunga". Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Secara imajinatif menyatakan bahwa bunga punya nasib yang berbeda-beda. Jika bunga berada ditaman rumah, maka setiap pagi dan petang disirami oleh sang tuannya dan menjadi pujaan seisi keluarga. Jika bunga berada ditaman yang luas dan indah maka setiap pagi disirami dan ditata rapi oleh penjaganya dan menjadi dambaan dan kesukaan khalayak ramai karena keindahan yang disuguhkan sang bunga. Namun jika bunga berada di tepi jalan, nasib lah yang membawanya untuk bertahan dalam keras arus kehidupan. Layu terkulai jika tidak ada hujan yang turun menyirami, berharap akan segar bila disapa embun pagi. Patah dan mati dipijak orang lalu, begitulah nasib bunga ditepi jalan.
Lain halnya dengan bunga ditepi jurang, meski perjuangannya begitu berat untuk bertahan hidup ditepi jurang, tapi sang bunga amat berharga. Tidak bisa dipetik sembarangan tapi hanya bisa dipandang. Hanya orang-orang berkeinginan besar dan kuatlah yang bisa mendapatkan bunga itu untuk bisa di bawa pulang.
Secara umum, bunga adalah makhluk hidup yang termasuk dalam jenis tumbuh-tumbuhan. Bunga bisa hidup dan tumbuh subur di mana saja. Apapun jenis, bentuk dan warnanya. Bagaimanapun keadaan dan dan dimanapun keberadaannya namum "bunga tetaplah bunga". Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Secara imajinatif menyatakan bahwa bunga punya nasib yang berbeda-beda. Jika bunga berada ditaman rumah, maka setiap pagi dan petang disirami oleh sang tuannya dan menjadi pujaan seisi keluarga. Jika bunga berada ditaman yang luas dan indah maka setiap pagi disirami dan ditata rapi oleh penjaganya dan menjadi dambaan dan kesukaan khalayak ramai karena keindahan yang disuguhkan sang bunga. Namun jika bunga berada di tepi jalan, nasib lah yang membawanya untuk bertahan dalam keras arus kehidupan. Layu terkulai jika tidak ada hujan yang turun menyirami, berharap akan segar bila disapa embun pagi. Patah dan mati dipijak orang lalu, begitulah nasib bunga ditepi jalan.
Lain halnya dengan bunga ditepi jurang, meski perjuangannya begitu berat untuk bertahan hidup ditepi jurang, tapi sang bunga amat berharga. Tidak bisa dipetik sembarangan tapi hanya bisa dipandang. Hanya orang-orang berkeinginan besar dan kuatlah yang bisa mendapatkan bunga itu untuk bisa di bawa pulang.
Maka tidak ada salahnya kita seorang perempuan seperti bunga di tepi jurang. Meskipun tinggal jauh dan tidak populer namun tetap terjaga dengan relief alamnya.
#narasi artistik
"gadih_minang"

No comments:
Post a Comment